ABOUT

SINGKAT TENTANG
Arcopodo dan Mr. Suglew adalah cerita lama. Bergonta ganti nama, cari personil sana-sini, cover lagu-lagu hits era 90an, sampai datang dialog kejenuhan tentang mau seperti apa band ini jadinya. Semua mengalir begitu saja karena kami sadar ini hobi kami. Tanpa alur, kami sering mengikuti berbagai acara musik, mini gigs dan juga parade. Ya, kami menikmatinya.
Kala itu 4 (empat) personil, merupakan formasi yang tanpa sadar terbentuk. Entah siapa yang membentuk. Seingat kami memang tidak ada batas untuk siapa saja yang ingin ikut. Berkarya, menularkan dan menuangkan emosi bersama merupakan hal yang indah. Musik memang se-ajaib itu. Kita bisa dibawa sangat lemah, namun tidak jarang pula kita diangkat jauh melebihi awan.
Saat ada yang datang, kita pun harus siap bila pergi. Begitulah saat teman baru datang, silih berganti mengisi dan melengkapi cerita bermusik kami. Berbagai ide, gagasan dan wawasan yang telah gabung, menambah insting kami untuk mengasah kemampuan juga aransemen musik. Berbeda adalah soal biasa, bahkan kami mampu saling menerima, mendengar dan menjaga agar kami tetap utuh.
JATITUA
Identitas yang sepakat kami sematkan pada grup ini. Ya inilah kami, selalu ada hal baru untuk bisa kembali. Beragam lagu tercipta berdasarkan pengalaman kami. Dan dengan bebas kami meluapkannya. Entah bagus atau tidak, itu relatif. Diterima pendengar atau bahkan tidak, hanyalah soal waktu. Karena kami meyakini tidak ada satu pun hal baik yang sia-sia karena suatu saat nanti semua akan jadi sejarah, dan juga kenangan.
Banyak waktu kami habisi dengan alam. Baik gunung maupun lautan, memang pada dasarnya kami suka jalan-jalan. Saat itu tradisi muda memanggil kami untuk terjun, menapaki sabana, mendongak cahaya dan merintih pada tantangan. Kami pun juga mulai dekat dengan keresahan sang lonceng hitam, akrab dengan aroma gambir, sampai lelap, bersandar pada pundak 3339. Jenuh, oceh yang tak terbendung, kesal kami rasakan, meluap, ingin sekali mendamaikan keresahan itu. Sampai pada titik dimana waktu mengajak kami belajar pada kisah daur jati, kami pun meng-ekranisasikannya dalam sebuah karya atau biasa kami sebut anak rohani.
PERSONIL
Vocal : Aula Sastra
Gitar : Faisal Akbar
Gitar : Alfian Hakiki
VISI : Mencerdaskan kehidupan bangsa
MISI : Menstimulus otak lewat kata dalam nada agar otak berfungsi dengan baik. Mempropaganda kebaikan dengan mengangkat isu sosial dan juga sisi humanisme. Terakhir, mencegah perpecahan atau perusak keharmonisan dengan cara mengadakan konser-konser kecil jatitua.

Temukan kami di :
Instagram : @jatitua_
Facebook : jatituaband
Twitter : jatituaband
Youtube : jatitua
MERCHANDISE
Available on Bukalapak/jatituaband
SPOTIFY, ITUNES, SOUNDCLOUD DAN APLIKASI MUSIK LAINNYA (MENYUSUL)